Senin, 09 Mei 2016

14.2. Filter Editor


Selain Filters yang sudah siap digunakan, filter juga dapat diterapkan secara manual dengan melakukan kombinasi beberapa filter yang tersedia pada submenu filter editor.
-

Penggunaan Dasar

Filter dapat ditentukan dan diterapkan melalui jendela pengaturan Filter Effects. Filter Gaussian Blur juga dapat digunakan langsung melalui Jendela pengaturan Fill and Stroke, sedangkan Filter Blend dapat diterapkan pada seluruh layer melalui jendela pengaturan Layer.

-
Jendela pengaturan Fill and Stroke memiliki slider Blur, ketika slider Blur bergeser dari nol akan menciptakan dan menempelkan filter Gaussian Blur pada object yang dipilih.
Jika slider direset menjadi nol maka secara otomatis filter dihilangkan. Filter pada sebuah object juga dapat dihapus dengan melakukan klik Filters => Remove Filters.
-
Jendela pengaturan Filter Effects digunakan untuk membuat filter yang rumit pada Filter primitives. Jendela pengaturan Filter juga digunakan untuk menerapkan perubahan pada object.
Berikut ini beberapa sumber grafis yang digunakan sebagai input atau output pada filter primitive dan modus lainnya:
  • Source Graphic: Object digunakan sebagai sumber untuk Filter Primitive.
  • Source Alpha: Object Alpha digunakan sebagai sumber untuk Filter Primitive.
  • Background Image: digunakan untuk memberi latar belakang Filter Primitive.
  • Background Alpha: digunakan untuk menerapkan Alpha pada latar belakang Filter Primitive.
  • Fill Paint: digunakan untuk menerapkan warna pada Fill.
  • Stroke Paint: Menggunakan Stroke dari object sebagai target input Filter Primitive.
-

14.2.1.  Jendela Pengaturan Filter

Jendela pengaturan Filter digunakan untuk mengatur primitive pada object yang akan dibuat, untuk menampilkan jendela pengaturan filter arahkan kursor ke Menu Bar, kemudian  klik Filters => Filter Editor.
-

14.2.1.1.  Tambah Filters Baru

Klik New pada jendela pengaturan yang tampil untuk membuat atau menambahkan filter baru.
Untuk melakukan duplikasi filter, klik kanan salah satu filter yang sudah ada, pilih Duplicate, sedangkan untuk mengubah nama, klik nama filter atau klik kanan pilih rename, kemudian ketik nama sesuai yang diinginkan.

-

14.2.1.2.  Memilih Filter

Filter dapat ditentukan dengan memilih Filter primitives dari daftar jendela pengaturan yang berada di samping tombol Add Effect.
Terdapat penjelasan singkat sesuai primitives yang dipilih, penjelasan tersebut dapat diaktifkan atau dinonaktifkan pada jendela pengaturan Inkscape Preferences => Filters => Show filter primitives infobox.
Setelah primitive dipilih, klik tombol Add Effect untuk menambahkannya pada filter. Primitive yang ditambahkan secara otomatis akan dihubungkan dengan Source Graphic menggunakan garis Connections.
Connections standar ditampilkan dengan garis abu-abu yang berasal dari segitiga sebelah kanan filter nama primitive. Connections yang sedang digunakan ditandai dengan garis warna hitam.

Input dari filter dapat dipindahkan dengan cara melakukan klik tanda segitiga kemudian menyeret garis ke nama filter lain pada salah satu kolom di sebelah kanan.
Untuk mengatur atau memindah kembali filter primitive ketempat lain klik lagi tanda segitiga kemudian lakukan seperti langkah sebelumnya.
 -

14.2.1.3.  Menerapkan sebuah Filter

Untuk menerapkan filter pada object, pilih object kemudian beri centang (checklist) pada kotak di samping nama filter. Menghilangkan tanda centang pada kotak, maka akan menghapus efek filter pada object yang terhubung.
Jika di canvas terdapat beberapa object yang dipilih dengan filter berbeda, maka lakukan pemberian tanda centang pada kotak dengan filter yang berbeda juga.
-

14.2.2.  Color Filter Primitives

Terdapat dua Filter Primitive yang dapat digunakan untuk melakukan manipulasi warna.
Di bawah ini penjelasan singkat dari masing-masing Filter Primitive pada kelompok Color Filter Primitives.
-

14.2.2.1.  Color Matrix

Filter primitive ColorMatrix digunakan untuk menerapkan transformasi warna ke setiap pixel yang dirender. Cara ini dapat digunakan untuk menerapkan warna object, misalnya mengubah warna biasa menjadi grayscale, modifikasi saturasi, dan mengubah corak (hue). Terdapat 4 (empat) type transformasi pada ColorMatrix yang dapat dipilih dan digunakan yaitu:
  • Matrix: Pada type ini terdapat 4 (empat) baris dengan masing-masing 5 (lima) kolom nilai angka yang dapat diterapkan, empat baris angka tersebut mewakili warna RGB+A (red, blue, green, dan alpha).
  • Saturate: Untuk mengurangi atau menambahkan saturasi warna pada object dengan menggeser slider pada Value(s) ke kiri atau ke kanan, nilai yang tersedia 0 (nol) sampai dengan 1 (satu), hanya warna dengan nilai RGB yang berubah pada modus ini (warna hitam atau putih tidak berubah).
  • Hue Rotate: Cara kerja dan efek dari Hue Rotate hampir sama Saturate namun perubahan warna lebih rumit, nilai yang tersedia 0 (nol) sampai dengan 360° (tiga ratus enam puluh derajat).
  • Luminance to Alpha: Pencahayaan pada object diubah menjadi Alpha dengan formula standar Alpha (Alpha = 0,2125 × R + 0,7154 × G + 0,0721 × B) dengan mengacu rekomendasi standar warna HDTV.

-

14.2.3.  Compositing Filter Primitives

Filter pada kelompok ini merupakan primitive campuran dari beberapa grafis. Grafis dapat berasal dari Object, Latar belakang, atau output dari primitive lain.
-

14.2.3.1.  Blend

Blend primitive memadukan dua object yang saling bertumpuk atau sebuah object yang memiliki latar belakang, modus yang digunakan adalah melakukan kombinasi pixel demi pixel pada object dari salah satu mode blend yang tersedia. Semua mode dapat diterapkan kecuali mode Normal.
Di bawah ini penjelasan singkat dari mode yang tersedia:
  • Normal: Object paling atas menutupi object lainnya jika filter tidak ada yang diterapkan, rumus yang digunakan adalah cr = (1 − qa) × cb + ca.
  • Multiply: Object paling atas menyinari object di bawahnya atau latar belakang.
  • Screen: Object paling atas menambahkan cahaya pada object yang berada di bawahnya.
  • Darken: Object paling atas menggelapkan object yang berada di bawahnya.
  • Lighten: Object paling atas mencerahkan object yang berada di bawahnya.

Catatan:

  • Blend Filter primitive juga dapat diterapkan pada layer melalui jendela pengaturan layers. Ketika menggunakan metode ini, input satu object yang dipilih akan menjadi primitive, sedangkan dua input lainnya diatur pada Background Image.
  • Penerapan Filter Blend tidak dapat dilakukan pada warna tertentu misalnya: warna merah, kuning, hijau, dan biru.
-

14.2.3.2.  Composite

Filter primitive Composite dapat digunakan untuk menggabungkan pixel demi pixel dua object yang saling bertumpuk atau sebuah object yang memiliki latar belakang.
Beberapa mode yang tersedia adalah:
  • Over: Object bagian atas diletakkan ke atas object paling bawah.
  • In: Object bagian bawah akan menentukan salah satu object agar terlihat paling atas.
  • Out: Object bagian bawah akan menentukan salah satu object yang disembunyikan.
  • Atop: Object bagian bawah akan menentukan object bagian atas agar terlihat, namun object bagian bawah juga tetap terlihat.
  • XOR: Bagian object yang tidak saling bertumpuk terlihat, baik object bagian atas maupun bawah.
  • Arithmetic: Input K1, K2, K3, dan K4 digunakan sebagai rumus persamaan: Hasilnya = K1 × i1 × i2 + K2 × i1 + K3 × i2 + K4 untuk menentukan output, i1 dan i2 adalah nilai-nilai Input dari dua object sumber.

-

Catatan:

  • Rumus Filter Composite yang dipakai berdasarkan paper (makalah) Compositing Digital Images oleh T. Porter dan T. Duff, yang dipublikasikan pada Conference Proceedings SIGGRAPH '84, Association for Computing Machinery, Volume 18, Number 3, July 1984.
-

14.2.3.3.  Merge

Filter Merge digunakan untuk melakukan kombinasi pada dua object atau lebih sebagai output filter primitive, metode yang digunakan mirip menciptakan layer pada satu object di atas object lain.
-

14.2.4.  Fill Filter Primitives

Kelompok filter ini menyediakan beberapa jenis Fill untuk dimanipulasi dan digunakan pada primitive.
-

14.2.4.1.  Flood

Flood Primitive menambahkan efek filter pada bagian Fill dengan menambahkan warna tertentu yang disertai pengaturan Opacity. Warna dapat dipilih pada submenu Flood Color yang berada di bawah Effect parameters.
Keterangan Gambar:
1. Object Asli, 2: Kombinasi Filters: Flood => Opacity: 0,45, Color Matrix => Luminance Alpha, Composite => Over, 3: Kombinasi Filters: Flood => Opacity: 0,25, Composite => Atop, 4: Kombinasi Filters: Flood => Opacity: 0,37, Composite; Arithmetic K1 = 0,5, K2 = 0,0, K3 = 0,5, dan K4 = 0,0, Fill => Pattern (semua composite menggunakan Source Graphic)
-

14.2.4.2.  Image

Filter Primitive ini dapat menggunakan gambar dari luar (termasuk bitmap) untuk diterapkan pada rangkaian Filter yang dibuat. Cara ini berguna untuk menambahkan tanda tertentu pada gambar berbentuk peta atau rute, misalnya untuk menambahkan gambar Rumah, Masjid, Pasar, dan lain-lain.
-

14.2.4.3.  Turbulence

Turbulence primitive digunakan untuk menciptakan tekstur buatan pada object seperti efek Marmer, Awan, Api, dan tekstur yang lebih rumit lainnya.
Terdapat dua jenis (type) yang dapat dipilih yaitu Fractal Noise dan Turbulence. Bentuk dan pola tekstur dapat diatur dengan menggeser slider yang tersedia, terdapat 4 (empat) slider yang dapat digunakan.
-

14.2.5.  Lighting Filters Primitives

Pada Efek filter ini terdapat dua jenis Primitive, yaitu Diffuse Lighting dan Specular Lighting, cara kerjanya adalah membuat simulasi cahaya untuk menyinari object dengan menggunakan Alpha channel, metode yang digunakan seperti pada model Phong reflection dalam menggambar grafis pada komputer.
-

14.2.6.  Pixel Manipulation Filter Primitives

Cara kerja Filter Primitive pada kelompok ini adalah memindahkan pixel atau campuran pixel yang saling berdekatan.
-

14.2.6.1.  Convolve Matrix

Cara kerja primitive ini adalah dengan menggunakan pixel yang berdekatan untuk mengubah warna pada pixel lainnya. Rumus untuk mengubah pixel adalah menggunakan matrix NxM dengan merekam setiap pixel yang saling berdekatan.
-

14.2.6.2.  Displacement Map

Cara kerja Primitive ini adalah menggeser pixel pada input yang pertama kemudian digunakan untuk memberi jarak dengan pixel pada input kedua sehingga object berubah bentuknya.
-

14.2.6.3.  Gaussian Blur

Primitive jenis ini digunakan untuk membuat kabur object berupa paths, shapes, dan text, bahkan dapat bekerja pada gambar yang berasal dari object yang sudah dikelompokkan. Gaussian blur sering digunakan untuk membuat bayangan pada belakang gambar atau sebagai bayangan suatu benda yang berada di atas benda lain.
-

14.2.6.4.  Morphology

Cara kerja primitive ini adalah mengurangi atau menambahkan efek object seperti pada program manipulasi gambar pada umumnya.
-

14.2.6.5.  Offset

Filter primitive offset digunakan memberi efek pada object seolah-olah terpotong dengan cara menggeser slider Delta X dan Y ke arah kanan atau kiri.
-
 -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar